Apa yang Harus Dipelajari untuk Memulai Analisa Fundamental Saham?
Banyak orang ingin mulai investasi saham, tetapi bingung harus mempelajari apa terlebih dahulu. Istilah seperti PER, ROE, PBV, DER, EPS, hingga Dividend Yield sering muncul ketika membaca analisa saham.
Padahal, memulai analisa fundamental tidak harus langsung memahami semua rasio keuangan. Yang lebih penting adalah memahami bagaimana kondisi bisnis sebuah perusahaan, seberapa baik perusahaan menghasilkan keuntungan, bagaimana kondisi keuangannya, dan apakah harga sahamnya masuk akal dibandingkan nilai atau kinerjanya.
Berikut beberapa hal yang bisa dipelajari secara bertahap.
1. Pahami Bisnis Perusahaan
Sebelum melihat angka, pahami terlebih dahulu perusahaan yang ingin dianalisis.
Perusahaan sebenarnya mendapatkan uang dari mana? Produk atau jasa apa yang dijual? Siapa konsumennya? Apa komoditas atau industri yang berkaitan dengan bisnisnya? Apakah pendapatannya bergantung pada satu produk atau memiliki beberapa sumber pendapatan?
Memahami bisnis akan membantu ketika membaca laporan keuangan. Angka-angka di laporan keuangan akan lebih mudah dipahami jika kita mengetahui bagaimana perusahaan menghasilkan uang.
2. Pelajari Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah salah satu sumber utama dalam analisa fundamental.
Setidaknya, pelajari tiga laporan utama:
- Income Statement — menunjukkan pendapatan, biaya, dan laba perusahaan.
- Balance Sheet — menunjukkan aset, liabilitas, dan ekuitas.
- Cash Flow Statement — menunjukkan bagaimana kas masuk dan keluar dari perusahaan.
Dari sini, kita bisa melihat apakah pendapatan dan laba perusahaan bertumbuh, apakah utangnya terkendali, serta apakah perusahaan benar-benar menghasilkan kas dari kegiatan operasionalnya.
3. Kenali Rasio Keuangan
Setelah memahami laporan keuangan, mulai pelajari rasio-rasio yang umum digunakan.
- Untuk profitabilitas, misalnya ROE, ROA, dan Net Profit Margin.
- Untuk likuiditas dan utang, bisa mempelajari Current Ratio dan Debt to Equity Ratio.
- Untuk efisiensi, ada Asset Turnover dan Inventory Turnover.
- Sedangkan untuk melihat pertumbuhan, kita bisa membandingkan pertumbuhan Revenue, EPS, dan Net Income dari tahun ke tahun.
Tidak perlu menghafalkan semuanya sekaligus. Lebih penting memahami apa yang diukur oleh setiap rasio dan bagaimana cara membacanya.
4. Pelajari Valuasi
Perusahaan yang bagus belum tentu menjadi investasi yang menarik jika harga sahamnya terlalu mahal.
Karena itu, analisa fundamental juga perlu mempelajari valuasi.
Beberapa metrik yang umum digunakan antara lain:
- PER (Price to Earnings Ratio)
- PBV (Price to Book Value)
- EV/EBITDA
- Earnings Yield
- Dividend Yield
- Graham Number
- DCF (Discounted Cash Flow)
Setiap metode memiliki pendekatan dan keterbatasannya masing-masing. Jangan menggunakan satu rasio sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan apakah suatu saham murah atau mahal.
5. Bandingkan dengan Perusahaan Sejenis
Angka sebuah perusahaan akan lebih bermakna ketika dibandingkan. Misalnya, PER 10x mungkin terlihat murah. Tetapi bagaimana jika rata-rata perusahaan sejenis berada di 5x? Sebaliknya, PER 20x belum tentu mahal jika perusahaan memiliki pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kompetitornya.
Karena itu, pelajari juga cara melakukan peer comparison berdasarkan industri atau sektor yang sama. di Sesaham, kamu bisa gunakan fitur Compare untuk membandingkan beberapa saham sehingga bisa diketahui valuasi mana yang lebih baik.
6. Pelajari Tren, Bukan Hanya Angka Saat Ini
Jangan hanya melihat kondisi perusahaan pada satu periode, terlebih jika saham tersebut merupakan saham cyclical.
Perhatikan bagaimana Revenue, Net Income, EPS, ROE, utang, dan arus kas berubah dari waktu ke waktu.
Tujuannya bukan sekadar mencari angka yang paling tinggi, tetapi memahami arah perkembangan bisnis perusahaan.
Mulai dari yang Sederhana
Analisa fundamental pada akhirnya adalah proses memahami hubungan antara bisnis, kinerja keuangan, kualitas perusahaan, pertumbuhan, dan valuasi.
Tidak perlu mempelajari semuanya dalam satu hari. Mulailah dari memahami bisnis perusahaan, kemudian laporan keuangan, rasio keuangan, dan terakhir valuasi.
Semakin sering membaca laporan keuangan dan membandingkan perusahaan, semakin mudah kita melihat apakah sebuah saham memiliki karakteristik yang sesuai dengan kriteria investasi yang kita cari.